Pembukaan dari Bapak M. Hasan Chabibie ST, Msi (Plt Kapusdatin Kemendikbud)
PembaTIK merupakan kepanjangan dari Pembelajaran berbasis TIK, merupakan program Peningkatan kompetensi TIK guru yang mengacu pada kerangka kerja peningkatan kompetensi TIK Guru UNESCO. Standar kompetensi ini terdiri dari 4 level yaitu level Literasi, implementasi, kreasi, dan berbagi. Pada level literasi, guru diperkenalkan penggunaan dan pemanfaatan TIK dasar. Pada level Implementasi, adalah guru dapat menerapkan penggunaan ilmu yang didapat pada level sebelumnya yang diterapkan di ruang kelas yang disesuaikan dengan fitur-fitur rumah belajar. Pada level kreasi, guru mampu menciptakan produk-produk yang dapat digunakan untuk pembelajaran seperti berupa media pembelajaran, video pembelajaran dan media pembelajaran interaktif. Pada level berbagi, semua ilmu dan pengalaman yang sudah didapat mampu dikomunikasikan atau mampu berbagi dengan guru lain seperti melalui penulisan artikel, membuat video pembelajaran, memfasilitasi video conference berbagi praktek
Ujung dari proses pembelajaran PembaTIK adalah Duta Rumah Belajar. Duta Rumah Belajar yang akan menjadi wajah perwakilan pemanfaatan TIK untuk pendidikan dan kebudayaan, terutama Rumah Belajar. Duta Rumah Belajar akan diberi kesempatan untuk dilibatkan dalam kegiatan pemanfaatn TIK baik di tingkat daerah atau pusat. Duta Rumah belajar berkesempatan untuk mengikuti bimbingan teknis pengembangan bahan ajar berbasis TIK baik di pusat maupun daerah.
Arahan
dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nadiem Makarim, B.A, M.B.A
PembaTIK merupakan kegiatan dari Pusdatin Kemendikbud khususnya Rumah Belajar yang akan menjadi inovasi dalam pembelajaran. Peserta kegiatan pembaTIK tahun 2020 ini mencapai peningkatan 1000 % dari 2 tahun lalu. Bahwa guru harus berinovasi dalam pembelajaran terutama pada masa pandemik ini, peningkatan professional guru harus ditingkatkan sehingga teknologi menjadi krusial. Guru harus berbacu dalam menghadapi tantangan zaman dengan semangat kegotongrrotongan guru bisa tampil menjadi guru-guru penggerak.

0 Komentar