Itulah yang pernah saya alami semasa musim layang-layang di daerah saya. Suara ambruk menimpa atap rumah di pagi hari, karena robohnya antena TV yang menimpa atap rumah oleh tarikan benang layang-layang anak-anak yang bermain layangan di sekitar rumah. Perasaan kesal pun muncul, tapi apa boleh buat mereka adalah anak-anak yang sedang bermain. Musim layang-layang pun seakan "bersahabat" dengan kondisi anak-anak yang sedang belajar dari rumah saat sekarang ini. Di pagi hari, anak-anak sekitar rumah sudah berkumpul untuk mempersiapkan diri untuk bermain layang-layang, mereka dengan riangnya mencari bambu yang bisa dijadikan bingkai layang-layang. Suara teriakan emak-emak mereka pun tak asing bagi saya setiap paginya...
Jam belajar daring pun tidak dihiraukan oleh para pecinta layang-layang cilik ini. Tak peduli harus mencari bambu ke ladang-ladang petani, tidak peduli jika layang-layang mereka harus tersangkut pada kabel-kabel tiang listrik dan yang lebih parah terkadang berlari-lari di jalan pun untuk mengejar layang-layang yang putus. Laki-laki dan perempuan ikut menyemarakkan permainan layangan ini.
Seketika muncul dalam pikiran untuk mengajak anak-anak di sekitar rumah untuk kembali belajar, belajar yang tidak membuat mereka bosan dan bisa sedikit banyak untuk mengurangi keinginan mereka untuk bermain. Mereka umumnya berada dikelas 2 dan 3 SD, masih kecil dan masih sangat bisa untuk dibentuk diarahkan untuk belajar, sehingga saya mengajak mereka belajar sambil bermain.
Pagi hari saya kumpulkan anak-anak sekitar rumah untuk diajak belajar di rumah, belajar sambil bermain. Saya perkenalkan kepada mereka Portal Rumah Belajar, tepatnya adalah fitur Edugame. Bermain terasa belajar itulah yang mereka rasakan. Berikut keasyikan mereka belajar, yang berhasil saya fotokan dan videokan.
#SarumahGadangSarumahBelajar
#Pusdatin
#RumahBelajar
#DutaRumahBelajarSumateraBarat
#BerbagiTIK
#MerdekaBelajar
#Pembatiklevel4
#Sahabatrumahbelajar2020



0 Komentar