Pemanfaatan Portal Rumah Belajar pada Model Flipped Classroom  

di masa Belajar Dari Rumah (BDR).

 

Pemerintah melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 22 tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar Menengah menjelaskan bahwa dalam mengimplementasikan proses pembelajaran di kurikulum 2013 pada satuan pendidikan harus diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis siswa. Peraturan menteri ini tentunya tetap menjadi landasan dalam melaksanaan proses pembelajaran di masa darurat penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19).

Dalam rangka pemenuhan hak peserta didik untuk mendapatkan layanan pendidikan maka pemerintah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 15 tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar dari Rumah (BDR). 

Tujuan pelaksanaan Belajar dari Rumah adalah :

1. Memastikan pemenuhan hak peserta didik untuk mendapatkan layanan pendidikan selama darurat COVID-19

2. Melindungi warga satuan pendidikan dari dampak buruk COVID-19

3. Mencegah penyebaran dan penularan COVID-19 di satuan pendidikan

4. Memastikan pemenuhan dukungan psikososial bagi pendidik, peserta didik dan orang tua/wali.

BDR dilaksanakan dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang dibagi ke dalam dua pendekatan yaitu pembelajaran jarak jauh dalam jaringan (daring) dan pembelajaran jarak jauh luar jaringan (Luring).

Melalui pendekatan pembelajaran BDR ini tentunya pendidik tidak akan terlepas melaksanaan pembelajaran dengan menggunakan berbagai metode dan model pembelajaran. Pembelajaran yang bermakna dan menyenangkan tetap harus menjadi perhatian pendidik dalam situasi apapun. Model pembelajaran Flipped Classroom adalah satu solusi untuk mencapai pembelajaran yang menyenangkan tersebut. Model pembelajaran ini mengintegrasikan proses pembelajaran dengan penggunaan teknologi, dimana di masa 4.0 ini peserta didik sudah termasuk pengguna IT yang hebat.

Model Pembelajaran Flipped Classroom yakni aktivitas pembelajaran yang biasanya diselesaikan di kelas sekarang dapat diselesaikan di rumah, dan aktivitas pembelajaran yang biasanya dikerjakan di rumah sekarang dapat diselesaikan di kelas (Bergmann & Sams, 2012). Peserta didik membaca materi, menonton video pembelajaran sebelum mereka datang ke kelas dan mereka mulai berdiskusi, bertukar pengetahuan, menyelesaikan masalah, dengan bantuan siswa lain maupun guru, melatih siswa mengembangkan kefasihan prosedural jika diperlukan, inspirasi dan membantu mereka dengan proyek-proyek yang menantang dengan memberikan  kontrol belajar yang lebih besar. 

Flipped Classroom yaitu membalik aktivitas pembelajaran. Aktivitas pembelajaran di rumah dapat diselesaikan di sekolah dan aktivitas pembelajaran di sekolah dapat diselesaikan di rumah. 

Jika pada pembelajaran yang biasanya dilakukan di kelas dengan kegiatan pembahasan pekerjaan rumah, pemberian materi pelajaran, kegiatan mandiri dan diskusi, namun pada pembelajaran menerapkan model pembelajaran Flipped Classroom pendidik sudah memberikan video pembelajaran/konten pembelajaran untuk dipelajari di  rumah terlebih dahulu, kegiatan pembelajaran di sekolah adalah tanya jawab tentang video yang diberikan, melakukan kegiatan mandiri dan diskusi. Kegiatan mandiri atau diskusi dilakukan dengan waktu yang lebih lama sehingga penguasaan pengetahuan dan keterampilan anak dapat lebih dikembangkan.


Nah dimasa BDR ini tentu sudah sangat tepat sekali menerapkan model pembelajaran Flipped Classroom dimana waktu pembelajaran pun lebih singkat, nah bedanya tatap muka di kelas diganti dengan proses pembelajaran secara daring.  

Kelebihan model Flipped Classroom yaitu:

a. Menjawab tantangan peserta didik masa kini

b. Membantu peserta didik yang mau berusaha untuk memahami materi belajar

c. Membantu semua peserta didik untuk menjadi yang terbaik

d. Meningkatkan interaksi antara peserta didik dengan pendidik

e. Memungkinkan pendidik memahami peserta didik lebih baik lagi

f. Meningkatkan interaksi antar peserta didik

g. Memungkinkan perbedaan karakteristik peserta didik

h. Mengubah manajemen kelas

i. Mengubah cara pendidik berkomunikasi dengan orangtua 

j. Mengedukasi orangtua

k. Membuat kelas pendidik terbuka, dapat diakses oleh siapa saja


Portal Rumah Belajar

Pembelajaran di rumah secara daring dapat menggunakan gawai (gadget) maupun laptop dan pembelajaran secara luring dapat memberikan materi pembelajaran kepada peserta didik. Pemilihan sumber belajar dan aktivitas pembelajaran harus menjadi perhatian pendidik agar proses pembelajaran peserta didik lebih terarah, salah satu platform yang bisa dimanfaatkan adalah menggunakan portal rumah belajar yang disediakan oleh Pusdatin Kemendikbud, dengan tautan https://belajar.kemdikbud.go.id.



Pada portal rumah belajar disediakan berbagai fitur utama seperti Sumber Belajar, Kelas Maya, Laboratorium Maya, dan Bank Soal. Sedangkan fitur pendukung portal rumah belajar yaitu Peta Budaya, Buku Sekolah Elektronik, Wahana Jelajah Angkasa, Karya Bahasa dan Sastra, Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan dan Edugame.

Nah bagaimana pengintegrasian Portal Rumah Belajar dengan Model Flipped Classroom?

Penerapan Model Flipped Classroom dimana guru dapat memberikan video dan konten pembelajaran sebelum kegiatan pembelajaran dimulai. Sumber belajar tersebut dapat di unduh guru dari portal rumah belajar dan bisa dikirimkan kepada siswa, bagi siswa yang mengalami kesulitan dalam proses pengunduhan, mungkin karena masalah ketersediaan jaringan internet. Nah bagi siswa yang sudah memadai ketersediaan jaringan internet, guru bisa mengarahkan siswa untuk menginstall portal rumah belajar dari playstore handphonenya dan bisa mengunduh video dari sumber belajar portal rumah belajar, sebagaimana video yang diminata guru sesuai dengan tujuan pembelajaran. 


Video yang sudah diunduh tersebut dapat dipelajari siswa sebelum pembelajaran dimulai, dan ketika tatap muka atau bertemu pada jam pelajaran guru hanya memberikan aktivitas-aktivitas pembelajaran yang menguatkan pembelajaran, bisa melalui Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) atau diadakan semacam permainan dalam bentuk game atau kuis. Setelah selesai pembelajaran, siswa pun mendapatkan penguatan dari materi yang sudah dipelajari. 

Pengintegrasian pemanfaatan portal rumah belajar pada model Flipped Classroom ini membawa anak untuk lebih aktif dalam pembelajaran, baik sebelum pembelajaran dimulai atau ketika pembelajaran dilaksanakan. Secara tidak langsung siswa sudah mempersiapkan dirinya untuk pembelajaran. Perbedaan karakteristik peserta didik pun dapat diakomodir oleh seorang guru. Merdeka belajar dan merdeka mengajar tentu bisa dilakukan dengan proses pembelajaran yang lebih bermakna dengan waktu pembelajaran tatap muka yang terbatas.


Berbagi Inovasi Pembelajaran Berbasis TIK Mewujudkan Merdeka Belajar


#SarumahGadangSarumahBelajar
#Pusdatin
#RumahBelajar
#DutaRumahBelajarSumateraBarat
#BerbagiTIK
#MerdekaBelajar
#Pembatiklevel4
#Sahabatrumahbelajar2020