Menjadi Guru yang Demokratis dan Humanis 

Assalamua'laikum w.w

Hai sahabat semua....

Jumat, 6 November 2020 FOGIPSI mengadakan webinar perdana dalam rangka Run Webinar FOGIPSI Full November 2020 selama satu bulan dalam rangka hari guru nasional. Pelaksanaan webinar ini dilakukan per provinsi se Indonesia. Pada kegiatan perdana ini diselenggarakan oleh pengurus FOGIPSI dari Provinsi Riau, dengan tema "Guru Demokratis pada Pembelajaran Daring".

Pemateri pada hari pertama ini adalah Bapak Supentri, M.Pd (Dosen UNRI), Ibu Hafizah M.Pd, dan Ibu Eka Rahayuningsih, S.Pd.

Materi 1. Guru Demokratis pada Pembelajaran Daring oleh Bapak Supentri, M.Pd.

Pembelajaran yang demokratis adalah pembelajaran yang di dalamnya terdapat interaksi dua arah antara guru dan siswa. Guru memberikan bahan pembelajaran dengan selalu memberi kesempatan kepada siswa untuk aktif memberikan reaksi, siswa bisa bertanya maupun memberi tanggapan kritis tanpa ada perasaan takut. 

Tipe Guru Demokratis:

1. Memiliki hati nurani yang tajam, dan berusaha mengajar dengan hati dan wawasan yang dimilikinya

2. Berusaha memberi ketenangan hati dan tanpa lelah memotivasi peserta didik

3. Memberi ruang kepada peserta didik untuk memaksimalkan berkembangnya potensi positif pada dirinya. Figur guru seperti ini akan selalu dikenang oleh peserta didik sepanjang masa

Strategi menjadi guru Demokratis:

1. Memiliki beragam kecerdasaan

Milikilah kecerdasan emosional yang baik, milikilah kecerdasan spritual yang baik, milikilah kecerdasan  interpersonal dan intrapersonal yang baik

2. Jadilah guru biofili

Guru biofili ketika mengajar dan melakukan tindakan dalam pola tingkah laku selalu mengepankan nilai-nilai dan jiwa yang hidup dengan cinta dan kasih sayang.

3. Jadilah guru yang mendidik dengan hati

Terdapat enam belas pilar pendidikan dengan hati berikut, yaitu kasih sayang, penghargaan, pemberian ruang untuk mengembangkan diri, kepercayaan, kerjasama, saling berbagi, memotivasi, mendengarkan, berinteraksi secara positif, menanamkan nilai-nilai moral, mengingatkan dengan ketulusan hati, menularkan antusiasme dan menginspirasi.

4. Jadilah fasilitator dan mediator

Guru demokratis akan bahagia bila siswa aktif, mempunyai macam-macam kreativitas, siswa mempunyai gagasan brilian yang mungkin saja berbeda dengan gagasan guru. 

5. Ajarkan murid berpikir kritis

Bantulah murid untuk berpikir kritis. Guru membantu murid lebih berpikir sendiri dan bukan hanya membebek dengan apa yang dikatakan guru

Materi 2.  Guru Demokrasi dan Humanis oleh Ibu Hafizah, M.Pd

Dalam pembelajaran di masa BDR ini guru harus mampu bertindak demokrasi dan Humanis dengan segala tantangan yang dihadapi dalam pembelajaran. Dengan segala keunikan dan karakteristik peserta didik, maka guru harus mengetahui kecerdasan majemuk yang harus dimiliki guru sehingga bisa memberikan yang terbaik bagi peserta didik. Kecerdasan majemuk yang dimaksud yaitu spatial, naturalist, musical, logical-mathematical, existential, interpersonal, budily-kinesthetic linguistik dan intra personal. 

Tujuan pendidikan nasional adalah untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Pendidikan merupakan upaya memperlakukan manusia untuk mencapai tujuan, dengan mempertimbangkan kapasitas dan potensi yang dimiliki peserta didik. Pembelajaran yang menyenangkan adalah yang demokratis dan humanis.

Materi 3. Materi ke tiga Strategi guru di Masa Pandemi yang disampaikan oleh ibu Eka Rahayu, S.Pd

Pandemi Covid-19 berdampak pada dunia pendidikan. Biasanya pembelajaran secara tatap muka sekarang harus berlangsung dengan model pembelajaran jarak jauh. Salah satu tantangannya Sekolah belum terbiasa dengan sistem pembelajaran blended dan sepenuhnya online. Sehingga dalam pembelajaran mengalami berbagai kendala atau kesulitan.
Setidaknya ada 4 kesulitan dalam pembelajaran sistem Daring dan Luring, antara lain:
1. Jaringan internet yang lemot
2. Kuota internet yang terbatas
3. KBM yang tidak efektif
4. Motivasi peserta didik yang sangat kurang dalam mengikuti program BDR

Peran Guru
1. Guru sebagai motivator
Guru tetap memberikan materi dan penjelasan materi selama pembelajaran daring, disampaing itu guru juga memberikan motivasi agar tetap semangat dalam belajar. Guru juga memperhatikan mood belajar peserta didik agar tidak stress akibat tugas.

2. Guru sebagai inovator
Guru berinovasi terhadap media dan metode pembelajaran yang terus berkembang. Guru hendaknya menguasai beberapa cara untuk belajar online, misalnya melalui zoom, google classroom, wa, line dan sebagainya. Guru harus pintar-pintar memilih metode yang akan digunakan dalam proses belajar daring ini.

3. Guru sebagai Evaluator
Setelah proses pembelajaran  daring/luring dilakukan, guru harus mampu mengevaluasi apa kekurangan dari belajar online, masalah-masalah yang timbul pada peserta didik maupun saat proses pembelajaran, apakah peserta didik menerima materi dengan baik atau tidak sehingga guru dapat mengambil strategi pembelajaran lebih inovatif.

Tujuh Tips Mengajar dari Mendikbud di Masa Pandemi Covid-19:
1. Jangan stress
2. Mencoba untuk membagi kelompok belajar menjadi kelompok kecil-kecil
3. Mencoba untuk project based learning
4. Alokasikan waktu yang lebih banyak bagi yang tertinggal
5. Fokus terhadap waktu yang paling penting
6. Saling interaksi dengan sesama guru
7. Have Fun

Dokumentasi hari ini...